Halo semuanya, good to be back!
Kali ini saya ingin berbicara tentang kebersihan wanita nih. Karena kebersihan itu sangatlah penting dan terkadang suka terabaikan oleh kita, terutama kebersihan organ intim kewanitaan kita. Kenapa suka terabaikan? Mungkin karena masyarakat kita masih sedikit agak tabu untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan organ intim. Padahal sedikit kesalahan informasi tentang hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan kita.
Saya sendiri baru mengetahui tentang betapa pentingnya kebersihan organ intim kita itu setelah menikah. Karena rupanya apa yang "terjadi" dibawah sana sangat mempengaruhi kesehatan kita pada umumnya dan kesehatan reproduksi khususnya.
Wah, jangan dianggap enteng kalau begitu ya :)
Alhamdulillah beberapa waktu lalu, Jum'at 20 Oktober 2017 tepatnya, saya diberi kesempatan oleh Indonesia Hijab Blogger untuk menghadiri mini seminar yang bertajuk "Arisan Resik "Wanita Shalehah: Cantik Resik, Pandai Merawat Diri" oleh Resik V Godokan Sirih yang bertempat di Harlequin Bistro, Kemang Jakarta Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh 3 nara sumber, yaitu dr. Rino Bonti Tri H. Shanti, Sp. OG , Yuna Eka Kristina (Senior PR Manager PT. Kino Indonesia, Tbk.) dan Nadiah Faatimah.
Acara dipandu oleh MC yang bernama mba Putri (atau saya biasa memanggilnya Pucil). Acara mulai tepat waktu, dan langsung diisi dengan paparan oleh dr. Rino Bonti yang juga bertugas di Rumah Sakit Hermina Jatinegara mengenai penyakit keputihan yang seringnya dialami oleh kita para perempuan.
Ki-Ka : mba Yuna- Mba Nadia, dr. Bonti, Pucil |
Keputihan dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu:
1. Fisiologis (normal)
2. Infeksi
3. Non Infeksi
Kalau yang normal, biasa dialami oleh kita-kita perempuan pada saat setelah haid, sesaat menjelang atau pada saat masa subur. Karakteristik cairannya tidak lengket, tidak berbau dan cenderung tidak berwarna atau bening. Nah, sedangkan keputihan yang sudah bersifat gatal, berbau busuk atau menyebabkan rasa panas dan nyeri perlu diwaspadai karena merupakan tanda infeksi vagina. Infeksi vagina dapat disebabkan oleh jamur atau kandida, bakteri yang berbahaya atau bakteri trikomoniasis.
Sedangkan penyebab keputihan non infeksi antara lain benda asing di vagina, polip serviks atau karena persoalan hygiene yang tidak baik di area kewanitaan. Pada saat haid, organ intim kita memerlukan perhatian kebersihan yang lebih dibanding hari-hari biasanya. Karena itu diperlukan perawatan kebersihan lebih intensif.
Bagaimana sih caranya menghindari keputihan yang tidak normal?
Keputihan tidak normal baik karena infeksi maupun non infeksi, bermula dari kebersihan area kewanitaan yang kurang baik. Pemicu awalnya adalah organ intim yang lembab, sehingga menjadi media bagi jamur untuk dapat tumbuh. Menurut dr. Bonti sebaiknya kita tidak mencuci area kewanitaan kita menggunakan sabun biasa karena bersifat basa. Lebih baik menggunakan air biasa atau cairan khusus pembersih vagina dengan pH yang sesuai.
Mba Yuna Eka Kristina (Senior PR Manager PT. Kino Indonesia, Tbk.) menjelaskan PT. Kino Indonesia, Tbk mengeluarkan produk Resik V Godokan Sirih sebagai antiseptik alami, solusi untuk membersihkan organ intim dan mencegah keputihan yang berlebih. Resik V Godokan Sirih dibuat secara alami,
kandungan utamanya adalah godokan daun sirih asli, atau daun sirih yang direbus. Resik V Godokan Sirih
dianjurkan digunakan secara teratur di saat haid, atau ketika mengalami keputihan. Jadi kita tidak perlu lagi repot-repot memetik daun sirih dan merebusnya baru bisa menggunakannya. Karena seperti yang disebutkan diatas, Resik V Godokan Sirih ini terbuat dari daun sirih asli pilihan, diolah secara higienis lalu bisa langsung kita gunakan secara praktis.
Dan Resik V Godokan Sirih ini juga menjaga pH normal area kewanitaan yaitu 3-4, serta menjaga flora normal. Jadi tidak semua bakteri dimatikan dengan cairan pembersih ini, bakteri baik masih tetap terjaga. Resik V Godokan Sirih ini diolah secara modern dan tentunya sudah berlogo halal. Jadi kita makin tenang dalam menggunakan produknya ya.
Mba Yuna PR Manager PT. Kino, Tbk memberikan penjelasan mengenai Resik V Godokan Sirih |
Happy time with IHB squad |
Alhamdulillah ketika acara selesai kami pun mendapatkan bingkisan berupa beberapa botol cairan pembersih Resik V Godokan Sirih ini. Jadi saya pun yang penasaran dengan produknya langsung mencoba ketika dirumah. Kesan pertama yang saya dapatkan, cairannya bening berwarna coklat, persis seperti air rebusan sirih, tidak kental dan lebih bersifat encer. Ketika dibasuh pun seperti cairan pembersih vagina yang sudah biasa saya pakai selama ini, langsung berbusa namun tidak terlalu banyak.
travel friendly size |
Karena kebersihan itu sebagian daripada iman, sebagai muslimah saya akan berusaha untuk menjaga kebersihan diri saya secara baik dan benar. Feminime hygiene yang baik akan memberikan dampak yang baik pula dalam kehidupan kesehatan kita sebagai muslimah apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Kalau suami kita senang, bukan saja dunia yang kita dapat, namun in syaa Allah akhirat pun bahagia, Aamiin :)
Oia, berikut sedikit tips dalam menjaga kebersihan area kewanitaan kita:
- selalu membasuh dari arah depan ke belakang
- bersihkan dengan air bersih dan selalu keringkan dengan handuk atau tisu kering setelah buang air kecil atau buang air besar
- sebaiknya mengganti pembalut atau panty liner maksimal setiap 3-6 jam sekali
- jaga area kewanitaan kita agar tidak lembab dalam waktu yang terlalu lama
- simpan dan cuci pakaian dalam kita secara terpisah
- memakai cairan pembersih area kewanitaan khusus dengan pH yang sesuai
- memakai pakaian dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan bersih, menggantinya 3x sehari atau bila terasa lembab.
take a pose with mba Yuna |
look how cute Aisya is |
silly time with the girls |
Well friends, sekian untuk kali ini, semoga tulisannya bermanfaat ya.
Thanks for reading.
Wassalam
#mengatasikeputihan
#manfaatdaunsirih
#resikVgodokansirih
#keputihan